Persamaan gender yang banyak didengung-dengungkan oleh kaum barat,
ternyata telah merasuk ke tubuh kaum muslimah umat ini. Mereka telah
tertipu dengan pemikiran kaum barat, bahkan tidak sedikit yang mengekor
pemikiran tersebut. Lantas bagaimana sebenarnya peranan wanita islam
dalam membangun keluarga atau masyarakat? Mari kita simak tulisan
berikut, bagaimana seharusnya wanita membangun sebuah keluarga bahkan
Negara
Peranan wanita dalam keluarga
Keluarga merupakan pondasi dasar penyebaran islam. Dari keluarga
lah, muncul pemimpin-pemimpin yang berjihad di jalan Allah, dan akan
datang bibit-bibit yang akan berjuang meninggikan kalimat-kalimat Allah.
Dan peran terbesar dalam hal tersebut adalah kaum wanita.
Pertama: Wanita sebagai seorang istri
Ketika seorang laki-laki merasa kesulitan, maka sang istri lah yang
bisa membantunya. Ketika seorang laki-laki mengalami kegundahan, sang
istri lah yang dapat menenangkannya. Dan ketika sang laki-laki mengalami
keterpurukan, sang istri lah yang dapat menyemangatinya.Sungguh, tidak ada yang mempunyai pengaruh terbesar bagi seorang suami melainkan sang istri yang dicintainya.Mengenai hal ini, contohlah apa yang dilakukan oleh teladan kaum
Muslimah, Khadijah Radiyallahu anha dalam mendampingi Rasulullah di masa
awal kenabiannya. Ketika Rasulullah merasa ketakutan terhadap wahyu
yang diberikan kepadanya, dan merasa kesulitan, lantas apa yang
dikatakan Khadijah kepadanya?
“Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena
sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang
yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan
memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.”
(HR. Muttafaqun ‘alaih)
Tidak ada pangkat tertinggi melainkan pangkat seorang Nabi, dan
tidak ada ujian yang paling berat selain ujian menjadi seorang Nabi.
Untuk itu, tidak ada obat penenang bagi Rasulullah dalam mengemban
amanah nubuwahnya melainkan istri yang sangat dicintainya. Sampai-sampai
ketika Aisyah cemburu kepada Khadijah, dan berkata “Kenapa engkau
sering menyebut perempuan berpipi merah itu, padahal Allah telah
menggantikannya untukmu dengan yang lebih baik?” Lantas Rasulullah marah
dan bersabda: “Bagaimana engkau berkata demikian? Sungguh dia beriman
kepadaku pada saat orang-orang menolakku, dia membenarkanku ketika
orang-orang mendustakanku, dia mendermakan seluruh hartanya untukku pada
saat semua orang menolak mambantuku, dan Allah memberiku rizki darinya
berupa keturunan.” (HR Ahmad dengan Sanad yang Hasan)
Demikianlah kecintaan Rasulullah kepada Khadijah, dan demikianlah
seharusnya bagi seorang wanita muslimah di dalam keluarganya. Tidak ada
yang diinginkan bagi seorang suami melainkan seorang istri yang dapat
menerimanya apa adanya, percaya dan yakin kepadanya dan selalu
membantunya ketika sulitnya.
Inilah peran yang seharusnya dilakukan bagi seorang wanita. Menjadi
seorang pemimpin bukanlah hal yang perlu dilakukan wanita, akan tetapi
menjadi pendamping seorang pemimpin (pemimpin rumah tangga atau lainnya)
yang dapat membantu, mengarahkan dan menenangkan adalah hal yang sangat
mulia jika di dalamnya berisi ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Kedua: Wanita sebagai seorang Ibu
Tidak ada kemulian terbesar yang diberikan Allah bagi seorang
wanita, melainkan perannya menjadi seorang Ibu. Bahkan Rasulullah pun
bersabda ketika ditanya oleh seseorang:
“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk
kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu
kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”.
Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu.
“Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab
beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)
Di dalam rumah, siapakah yang mempunyai banyak waktu untuk
anak-anak? Siapakah yang lebih mempunyai pengaruh terhadap anak-anak?
Siapakah yang lebih dekat kepada anak-anak? Tidak lain adalah ibu-ibu
mereka. Seorang ibu merupakan seseorang yang senantiasa diharapkan
kehadirannya bagi anak-anaknya. Seorang ibu dapat menjadikan
anak-anaknya menjadi orang yang baik sebagaimana seorang ibu bisa
menjadikan anaknya menjadi orang yang jahat. Baik buruknya seorang anak,
dapat dipengaruhi oleh baik atau tidaknya seorang ibu yang menjadi
panutan anak-anaknya.Pernahkah kita membaca kisah-kisah kepahlawanan atau kemulian
seseorang? Siapakah dalang di dalam keberhasilan mereka menjadi seorang
yang pemberani, ahli ilmu atau bahkan seorang imam? Tidak lain adalah
seorang ibu yang membimbingnya.
Mari kita simak perkataan seorang shahabiyah, Khansa ketika melepaskan keempat anaknya ke medan jihad.
“Wahai anak-anakku, kalian telah masuk islam dengan sukarela dan
telah hijrah berdasarkan keinginan kalian. Demi Allah yang tidak ada
tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian adalah putra dari ayah yang sama
dan dari ibu yang sama, nasab kalian tidak berbeda. Ketahuilah bahwa
seseungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia yang fana. Bersabarlah,
tabahlah dan teguhkanlah hati kalian serta bertaqwalah kepada Allah agar
kalian beruntung. Jika kalian menemui peperangan, maka masuklah ke
dalam kancah peperangan itu dan raihlah kemenangan dan kemuliaan di alam
yang kekal dan penuh kenikmatan”
Keesokan harinya, masuklah keempat anak tersebut dalam medan
pertempuran dengan hati yang masih ragu-ragu, lalu salah seorang dari
mereka mengingatkan saudara-saudaranya akan wasiat yang disampaikan oleh
ibu mereka. Mereka pun bertempur bagaikan singa dan menyerbu bagaikan
anak panah dengan gagah berani dan tidak pernah surut setapak pun hingga
mereka memperoleh syahadah fii sabilillah satu per satu. (Sirah
Shahabiyah hal 742, Pustaka As-Sunnah)
Inilah kekuatan seorang ibu yang diberikan kepada anak-anaknya.
Tatkala sang anak merasa ragu akan hal yang ingin diperbuatnya, namun
mereka teringat akan nasehat ibu mereka, maka semua keraguan itu menjadi
hilang, yang ada hanya semangat dan keyakinan akan harapan seorang ibu.
Demikianlah peran mulia seorang ibu, dan tidak ada peran yang lebih
mendatangkan pahala yang banyak melainkan peran mendidik anak-anaknya
menjadi anak yang diridhoi Allah dan rasulnya. Karena anak-anaknya lah
sumber pahala dirinya dan sumber kebaikan untuknya.
Ketahuilah, banyak dikalangan orang-orang besar, bahkan sebagian
para imam dan ahli ilmu merupakan orang-orang yatim, yang hanya
dibesarkan oleh seorang ibu. Dan lihatlah hasil yang di dapatkannya.
Mereka berkembang menjadi seorang ahli ilmu dan para imam kaum muslimin.
Sebut saja, Imam Syafi’I, Imam Ahmad, Al-Bukhori dll adalah para ulama
yang dibesarkan hanya dari seorang ibu. Karena kasih sayang, pendidikan
yang baik dan doa dari seorang ibu merupakan kekuatan yang dapat
menyemangati anak-anak mereka dalam kebaikan.
Tahukah para pembaca dengan Imam Shalat Masjidil Haram, Asy-Syaikh
Sudais? Apa yang melatarbelakangi beliau menjadi Imam shalat Masjidil
Haram? Tidak lain adalah karena harapan dan doa dari ibu beliau. Seorang
ibu yang terus menerus memotivasi anaknya untuk menjadi imam masjidil
haram, telah membuat tekad Syaikh Sudais kecil menjadi besar dan
membuatnya bersemangat untuk menghafalkan quran dan selalu berusaha agar
keinginannya dan keinginan ibunya tercapai untuk menjadi Imam Masjidil
Haram.
Pernahkan para pembaca membaca kisahnya seorang tabi’in Ar-Rabi’ah
Ar-Ra’yi? Seorang ulama yang ditinggalkan oleh ayahnya untuk berjihad
selama 30 tahun dan hidup bersama ibunya. Dengan bekal yang diberikan
oleh sang ayah, namun dihabiskan hanya untuk pendidikan anaknya oleh
ibunya, menjadikan sang anak berkembang menjadi seorang ulama dan pemuka
Madinah, yang bahkan Majelisnya dihadiri oleh Malik bin Anas, Abu
Hanifah, An-Nu’man, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, Sufyan Tsauri,
Abdurrahman bin Amru Al-Auza’I, Laits bin Sa’id dan lainnya. Hal ini
karena pengaruh dari seorang ibu yang sholehah yang mendidik anaknya
dengan sangat baik.
Ini adalah segelintir kisah-kisah yang mengagumkan akan pengaruh
yang amat besar dari seorang ibu, dan masih banyak kisah-kisah lainnya
jika kita mau mencari dan membacanya.
Karenanya, jika para wanita sadar akan pentingnya dan sibuknya
kehidupan di keluarga, niscaya mereka tidak akan mempunyai waktu untuk
mengurusi hal-hal di luar keluarganya. Apalagi berangan-angan untuk
menggantikan posisi laki-laki dalam mencari nafkah.
Peranan wanita dalam masyarakat dan Negara
Wanita disamping perannya dalam keluarga, ia juga bisa mempunyai
peran lainnya di dalam masyarakat dan Negara. Jika ia adalah seorang
yang ahli dalam ilmu agama, maka wajib baginya untuk mendakwahkan apa
yang ia ketahui kepada kaum wanita lainnya. Begitu pula jika ia
merupakan seorang yang ahli dalam bidang tertentu, maka ia bisa
mempunyai andil dalam urusan tersebut namun dengan batasan-batasan yang
telah disyariatkan dan tentunya setelah kewajibannya sebagai ibu rumah
tangga telah terpenuhi.
Banyak hal yang bisa dilakukan kaum wanita dalam masyarakat dan
Negara, dan ia punya perannya masing-masing yang tentunya berbeda dengan
kaum laki-laki. Hal ini sebagaimana yang dilakukan para shahabiyah
nabi.Pada jaman nabi, para shahabiyah biasa menjadi perawat ketika
terjadi peperangan, atau sekedar menjadi penyemangat kaum muslimin,
walaupun tidak sedikit pula dari mereka yang juga ikut berjuang
berperang menggunakan senjata untuk mendapatkan syahadah fii sabilillah,
seperti Shahabiyah Ummu Imarah yang berjuang melindungi Rasulullah
dalam peperangan.Sehingga dalam hal ini, peran wanita adalah sebagai penopang dan sandaran kaum laki-laki dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Penutup
Jika kita melihat akan keutamaan-keutamaan yang diberikan Allah
untuk kaum wanita, maka jelaslah bahwa wanita merupakan tumpuan dasar
kemuliaan suatu masyarakat bahkan Negara. Masyarakat atau Negara yang
baik dapat terlihat dari baiknya perempuan di dalam Negara tersebut dan
begitupun sebaliknya.
Karenanya, peran wanita baik dalam keluarga atau masyarakat
merupakan peran yang sangat agung yang tidak sepantasnya kaum wanita
untuk menyepelekannya.
Persamaan gender yang didengungkan oleh kaum barat, tidak lain
adalah untuk menghancurkan pondasi keislaman seorang muslimah, sehingga
ia meninggalkan kewajibannya sebagai seorang wanita.
Ingatlah, Pemimpin-pemimpin yang adil dan generasi-generasi yang
baik akan muncul seiring dengan baiknya kaum wanita pada waktu tersebut.
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ
فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ
أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan
perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam
keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan
perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki
dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan
untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)
Dari berbagai sumber
Monday, May 5, 2014
Agar Engkau Menjadi Wanita Tercantik di Dunia
Kecantikanmu bersinar melebihi terangnya mentari. Akhlakmu semerbak
melebihi harumnya kasturi. Tawadhu’mu indah melebihi cahaya purnama. Dan
kasih sayangmu membawa ketenangan melebihi curahan hujan.
Peliharalah kecantikanmu dengan keimanan, keridhaan, qana’ah, iffah, dan busana muslimah. Ketahuilah, perhiasanmu bukanlah emas, berlian dan permata. Tetapi, beberapa rakaat menjelang sahur, rasa dahaga di siang hari saat puasa, sedekah tersembunyi yang tiada seorangpun mengetahui kecuali Ialhi Rabbi. Air mata hangat yang membasuh dosa, sujud panjang di atas sajadah, serta rasa malu yang membuat niat jahat dan maksiat tercegah.
Pakailah pakaian taqwa, saudariku. Tentu engkau menjadi wanita tercantik di dunia. Walau pakaianmu tertambal, itu tak jadi soal. Pakailah pakaian luar yang sopan, niscaya engkau menjadi wanita terindah di alam. Walau engkau tak memiliki baju yang mahal, itu tak jadi soal.
Jauhilah kehidupan wanita-wanita durjana, kafir dan penggoda. Jangan
sampai engkau membuka aurat atau berbuat sesuatu yang menjadikanmu tak
lagi terhormat. Sebab siapa yang menjajakan kehormatannya, maka api
neraka telah menunggunya. “Tidak ada yang masuk ke dalamnya, kecuali orang yang paling celaka” (QS. Al Lail : 15)
Saudariku, di setiap relung kehidupan ada kegelapan. Tiada pilihan bagimu, kecuali menyalakan lentera dalam jiwa. Maka cahaya dari Ilahi membuatmu menjadi wanita tercantik didunia.
[Disarikan dari As’adu imroatin fil ‘alam -Kiat Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia dan Akhirat- karya Aidh Al Qarni]
Peliharalah kecantikanmu dengan keimanan, keridhaan, qana’ah, iffah, dan busana muslimah. Ketahuilah, perhiasanmu bukanlah emas, berlian dan permata. Tetapi, beberapa rakaat menjelang sahur, rasa dahaga di siang hari saat puasa, sedekah tersembunyi yang tiada seorangpun mengetahui kecuali Ialhi Rabbi. Air mata hangat yang membasuh dosa, sujud panjang di atas sajadah, serta rasa malu yang membuat niat jahat dan maksiat tercegah.
Pakailah pakaian taqwa, saudariku. Tentu engkau menjadi wanita tercantik di dunia. Walau pakaianmu tertambal, itu tak jadi soal. Pakailah pakaian luar yang sopan, niscaya engkau menjadi wanita terindah di alam. Walau engkau tak memiliki baju yang mahal, itu tak jadi soal.
Saudariku, di setiap relung kehidupan ada kegelapan. Tiada pilihan bagimu, kecuali menyalakan lentera dalam jiwa. Maka cahaya dari Ilahi membuatmu menjadi wanita tercantik didunia.
[Disarikan dari As’adu imroatin fil ‘alam -Kiat Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia dan Akhirat- karya Aidh Al Qarni]
Monday, September 9, 2013
MOTHER HOW ARE YOU TODAY ?
Mother how are you today.......
Here is a note from your daughter
With me everything is Ok
Mother how are you today.
Mother, Don't worry I'm fine
Promise to see you this summer
This time there will be no delay
Mother how are you today.
I found the man of my dreams
Next time you will get to know him
Many things happened, while I was away
Mother, how are you today.
I remember this song a lot, because my mom like this song very much and sometimes she was singing also to to remember her mother who passed away over 40 years ago. Today I was talking to her by phone, and I miss her so much...sometimes talking on the phone is not enough for me to share many stories with her.
Let me tell you about my mom....Her name is Sofia Ningsih, she was born in Cirebon over 50 years ago. She was a simple woman, kind hearted and hard worker woman that I ever know.....she was also my first teacher when I was child. She is housewives and even she never enter to the university to studying, but she know much about Business...especially to be an entrepreneur in food industry......I don't know where she can get that talent, but I think she had it from her parents....
Once upon a time, she telling me that in 1960s, our country, Indonesia was in chaos situation, because of political issued and economic crisis and also so many conflicts that happens during that year.....It was a difficult time for so many peoples to lives, especially for my mom family, my grandfather is working as Civil servant, he works for the government and at that time, his salary is not enough to support his family, It can be says that during that time, all the government employee had a very low pay salary. My mother had five brothers and two sister, when she was young she helped her parents to support her family, by selling antique second hands stuff. Not so many items that she can sell,because not everybody needed it. But she never gave up, she do it for helping her parents.
From her story, I could imagine how hard she must be working at that time, she almost spent her time to help her parents. My mother is my heroine,since I was child, my mother raised me and my sister without any maid, she raised both of us with her own hands. When I was child, she run a small business food in our house, she also taking an order to make some snacks for children for the school canteen. She works in the night hour after me and my sister sleep well. It always on my mind, when she woke up in the middle of the night and made so many kind of snacks.
No matter what they said, you are always a good mother for me and I am proud to call you my mother. Now I am become a mother.... I will raised my children with my own hands, and teach them with my ability.
Thank you mom for inspiring me,
Love you always,
Sunday, July 21, 2013
Meet and Greet Mr. Habibie, Former Indonesian President of The Republic Of Indonesia
München, 1 June 2013
Yes, we are....we came to his private house and have a long conversation with him and also we have dinner with him. During our conversation, It was a nice conversation, he talked to us about his feelings to his wife, Mrs Hasri Ainun Habibie, whom passed away three years ago because of her illness, he tells to us how deeply sadness he is,when he loose his wife and how he can survive from his sadness...Mr. Habibie, is also known as an Author, he write some books, the first book that he write is title "Detik-detik yang Menentukan" this book reveal his story when he became President Republic of Indonesia, and his decisions why he doesn't want to be elected again as a President of Indonesia in General Election 1999.
The second book that he write is title "Ainun and Habibie" in this book tell us about love story between Habibie and Ainun when they are young, and how they became old together and also their ordinary life when both of them living in Germany, and how they can solve their problems each others.... I found that it was a great story to tell after I read the book and seeing the film which had the same title with the book "Ainun & Habibie"
Mr. Habibie was a humble person that I ever known.....He said to us to call him " Eyang" that means he wants to talked to us like he was talk to his granddaughter/grandson.....
And in the end in our conversation...he gave us some books as a souvenir that he writes in two languages Indonesian and Deutsch, completely with his original signature and also he gave us original DVD film "Ainun & Habibie".......Alhamdulilah
Friday, November 23, 2012
Summer Trip to Wissembourg, France
Wissembourg merupakan kota dekat perbatasan antara Prancis dan Jerman sekitar 60 km (37 mil) utara dari Strasbourg dan 35 km (22 mil) barat Karlsruhe. Perjalanan dari kota kami, Kaiserslautern, Jerman ke Wissembourg kira-kira sekitar 1 jam 45 menit. Dari Kaiserslautern Hauptbahnhof kami naik kereta RE/RB lalu turun di Neustadt (Weinstrasse) lalu ganti kereta yang mengarah ke Wisembourg. selang beberapa menit kemudian kami tiba di kota tujuan kami
Tiba di Wissembourg kami pun berjalan menyusuri jalan-jalan dikota ini, berbagai papan penunjuk jalan semuanya sudah berbahasa perancis dan membuat kami sedikit kesulitan untuk mencari jalan yang mengarah ke pusat kota, maklum saja diantara kami nggak ada yang bisa berbahasa perancis.....he..he..he...akhirnya setelah melihat peta beberapa kali, akhirnya ketemu juga deh jalannya.....
yupz....benar sekali jalan yang kami ambil adalah yang menuju Altenstadt alias Altstadt (kota tua)....yaah kota tua Wissembourg merupakan tujuan kami untuk hunting photo-photo disana.....sepanjang perjalanan kami nggak banyak menemukan penduduk lokal yang berlalu lalang
nah akhirnya tiba juga kami dipusat kota...dan ternyata ramainya kota ini memang semuanya berpusat di pusat kota/ Town Hall dan ditambah ada juga pasar tradisional yang sengaja di gelar disepanjang jalan menuju kota tua.....so inilah hasil jeprat-jepret kami...
dan ada juga hiburan kereta keliling kota...lumayan buat bikin si Rasal seneng naek Thomas......
oh yaa dipusat kota ini ada juga gereja tua yang dibangun tahun 1279 namanya gereja
Saints-Pierre et Paul. dan pemandangan didepan gereja ini sangat unik....bangunan rumah penduduk yang unik dan masih orisinil serta bangku-bangku disepanjang taman didepan gereja yang membuat kota ini terlihat rapih.....
oh yaa tidak lupa The Salt House (Maison du Sel) merupakan salah satu objek yang terkenal di Wissembourg...The Salt House adalah bangunan dengan atap yang paling menarik di seluruh Wissembourg dan dibangun pada abad pertengahan. Ini adalah rumah setengah-kayu yang sangat tua, yang digunakan untuk menjadi rumah sakit, kemudian dikonversi ke toko daging dan kemudian hanya digunakan untuk menyimpan garam.
dari pusat kota, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke perumahan penduduk lokal....tidak banyak yang dapat kami jumpai disana selain bangunan rumah penduduk yang terlihat masih orisinil dan lokasi perumahan yang terlihat asri....
banyak pohon anggur yang ditanam dirumah-rumah pribadi penduduk Wissembourg dan melihat anggur-anggur tersebut membuat kami ingin memetiknya....he..he..he.
ada juga taman kota yang membuat mata terlihat segar karena banyaknya pohon-pohon berwarna hijau disekeliling taman....
dan inilah team jalan-jalan kami kali ini......
Wednesday, November 21, 2012
TUJUH KEAJAIBAN DUNIA
Sekelompok murid geografi sedang mempelajari
"Tujuh Keajaiban Dunia." Di awal pelajaran, mereka diminta untuk
menuliskan apa yang mereka pikirkan tentang "Tujuh Keajaiban Dunia."
Sebagian besar murid menulis:
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar China
4. Menara Pisa
5. Angkor Wat
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Saat mengumpulkan tulisan murid-murid, sang guru memperhatikan seorang murid, seorang gadis pendiam, gadis itu tidak menulis apapun. Lalu, sang guru bertanya apakah ia memiliki masalah dengan daftarnya. Si gadis menjawab, "Ya, sedikit. Aku tidak bisa memilih karena sangat banyak." Sang guru berkata, "Baiklah, katakan apa yang ada di pikiranmu dan mungkin aku bisa membantu." Si gadis diam sejenak, kemudian ia menulis, "Aku pikir, tujuh keajaiban dunia adalah..."
1. Piramida
2. Taj Mahal
3. Tembok Besar China
4. Menara Pisa
5. Angkor Wat
6. Menara Eiffel
7. Kuil Parthenon
Saat mengumpulkan tulisan murid-murid, sang guru memperhatikan seorang murid, seorang gadis pendiam, gadis itu tidak menulis apapun. Lalu, sang guru bertanya apakah ia memiliki masalah dengan daftarnya. Si gadis menjawab, "Ya, sedikit. Aku tidak bisa memilih karena sangat banyak." Sang guru berkata, "Baiklah, katakan apa yang ada di pikiranmu dan mungkin aku bisa membantu." Si gadis diam sejenak, kemudian ia menulis, "Aku pikir, tujuh keajaiban dunia adalah..."
1. Aku bisa melihat...
2. Aku bisa mendengar...
3. Aku bisa menyentuh...
4. Aku bisa berjalan... Ia diam lagi, dan kemudian melanjutkan,
5. Aku bisa tertawa...
6. Aku bisa merasakan...
7. dan, aku bisa mencintai...
Kelas itu langsung sunyi seketika... Kita dapat dengan mudah memuji sesuatu di luar diri kita dan menyebutnya "keajaiban".
Tetapi, ketika kita melihat kembali apa yang sudah Allah SWT karuniakan kepada kita, kita menyebutnya "biasa saja". ???
Astagfirullah...
2. Aku bisa mendengar...
3. Aku bisa menyentuh...
4. Aku bisa berjalan... Ia diam lagi, dan kemudian melanjutkan,
5. Aku bisa tertawa...
6. Aku bisa merasakan...
7. dan, aku bisa mencintai...
Kelas itu langsung sunyi seketika... Kita dapat dengan mudah memuji sesuatu di luar diri kita dan menyebutnya "keajaiban".
Tetapi, ketika kita melihat kembali apa yang sudah Allah SWT karuniakan kepada kita, kita menyebutnya "biasa saja". ???
Astagfirullah...
from: http://www.facebook.com/pages/Untukmu-Calon-Imamku-yang-Tertulis-Di-Lauhul-Mahfudz/169617539766615?ref=ts&fref=ts
HIJABMU, PAKAIANMU
Jangan
dengarkan jika ada yang bilang bahwa jilbab yang engkau labuhkan
kebesaran dan ketinggalan jaman dan tidak mengikuti fasion
Jangan dengarkan jika ada yang bilang bahwa pakaianmu kedodoran dan membuatmu nampak lebih dewasa meski engkau masih muda belia
Jangan dengarkan jika ada yang bilang bahwa Pakaian syari' i mu itu hanya menutupi kekuraganmu yaitu karna tubuhmu tak mulus tubuhmu tak seksi, rambutmu tak indah
from : http://www.facebook.com/pages/Untukmu-Calon-Imamku-yang-Tertulis-Di-Lauhul-Mahfudz/169617539766615?ref=ts&fref=ts
Jangan dengarkan jika ada yang bilang bahwa pakaianmu kedodoran dan membuatmu nampak lebih dewasa meski engkau masih muda belia
Jangan dengarkan jika ada yang bilang bahwa Pakaian syari' i mu itu hanya menutupi kekuraganmu yaitu karna tubuhmu tak mulus tubuhmu tak seksi, rambutmu tak indah
Karena
Pakaian muslimahmu itu berfungsi BUKAN sekedar untuk menutupi tubuh tak seksi
BUKAN sekedar untuk menutupi tubuh seksi
Pakaian muslimahmu itu berfungsi BUKAN sekedar untuk menutupi tubuh tak seksi
BUKAN sekedar untuk menutupi tubuh seksi
BUKAN sekedar untuk menutupi kulit tak mulus
BUKAN sekedar untuk menutupi kulit mulus
BUKAN sekedar untuk menutupi rambut yang indah
BUKAN pula sekedar untuk menutupi rambut yang tak indah
Kenapa demikian
jika Hijab digunakan hanya untuk menutupi kekurangan
kenapa muslimah yang fisiknya lebih juga wajib menghijab diri
jika Hijab digunakan hanya untuk menutupi kelebihan kenapa muslimah yang hitam legam,cacat fisik juga wajib menggenakan
Tapi yang utama Pakaian muslimahmu itu Untuk Tanda Bukti ke Ta'at anmu kepada Zat yang telah meniupkan Roh kedalam jazadmu dan Hijabmu adalah Tanda Kuatnya Imanmu dalam menjalankan perintahNYA
jika memang ada yang menjadikan jilbab mainan bongkar pasang itu pertanda wanita itu tidak mengerti Ilmu hijab karena ia malas untuk menimba ilmu Syari'i atau bisa saja mereka tahu tapi pura pura tidak tahu padahal mereka tahu betul kepada siapa meraka kembali yaitu Dia yang Maha memberi Rizki
Niatkanlah Berjilbab hanya karena Allah
BUKAN sekedar untuk menutupi kulit mulus
BUKAN sekedar untuk menutupi rambut yang indah
BUKAN pula sekedar untuk menutupi rambut yang tak indah
Kenapa demikian
jika Hijab digunakan hanya untuk menutupi kekurangan
kenapa muslimah yang fisiknya lebih juga wajib menghijab diri
jika Hijab digunakan hanya untuk menutupi kelebihan kenapa muslimah yang hitam legam,cacat fisik juga wajib menggenakan
Tapi yang utama Pakaian muslimahmu itu Untuk Tanda Bukti ke Ta'at anmu kepada Zat yang telah meniupkan Roh kedalam jazadmu dan Hijabmu adalah Tanda Kuatnya Imanmu dalam menjalankan perintahNYA
jika memang ada yang menjadikan jilbab mainan bongkar pasang itu pertanda wanita itu tidak mengerti Ilmu hijab karena ia malas untuk menimba ilmu Syari'i atau bisa saja mereka tahu tapi pura pura tidak tahu padahal mereka tahu betul kepada siapa meraka kembali yaitu Dia yang Maha memberi Rizki
Niatkanlah Berjilbab hanya karena Allah
Teriakan apapun yang mereka lontarkan tak akan dapat menggoyahkan imanmu dan semangatmu menjadi wanita sholeh
Fahamilah Arti sebuah Hijab
sehingga jika ada yang bertanya ini dan itu engkau mudah menjawabnya
orang yang mengucapkan kata kata yang tidak enak tentang hijab kita. Sesungguhnya mereka itu kagum pada kita namun caranya saja yang salah ^_^
yakinlah jauh dalam lubuk hatinya mereka juga ingin berhijab seperti kita namun belum mampu
Semangatlah karena ibadahmu menjadikanmu lebih utama dari Bidadari di syurga ^_^
Fahamilah Arti sebuah Hijab
sehingga jika ada yang bertanya ini dan itu engkau mudah menjawabnya
orang yang mengucapkan kata kata yang tidak enak tentang hijab kita. Sesungguhnya mereka itu kagum pada kita namun caranya saja yang salah ^_^
yakinlah jauh dalam lubuk hatinya mereka juga ingin berhijab seperti kita namun belum mampu
Semangatlah karena ibadahmu menjadikanmu lebih utama dari Bidadari di syurga ^_^
from : http://www.facebook.com/pages/Untukmu-Calon-Imamku-yang-Tertulis-Di-Lauhul-Mahfudz/169617539766615?ref=ts&fref=ts
Subscribe to:
Posts (Atom)



